Bek Inter Milan dan Timnas Swiss, Manuel Akanji, membagikan pengalamannya selama tampil di Piala Dunia 2026 serta perjalanan suksesnya bersama klub pada musim ini. Pemain berusia 30 tahun itu mengaku sangat menikmati atmosfer turnamen, meski memiliki catatan tersendiri terkait aturan jeda hidrasi yang diterapkan selama pertandingan.
Swiss mengawali kiprahnya di fase grup dengan cukup positif setelah mengoleksi satu kemenangan dan satu hasil imbang dari dua pertandingan pertama. Sementara itu, Italia gagal ambil bagian di putaran final setelah tersingkir oleh Bosnia dan Herzegovina pada babak play-off.
Di level klub, Akanji menjalani musim yang gemilang bersama Inter Milan. Ia turut membawa Nerazzurri meraih dua trofi domestik, yakni Scudetto dan Coppa Italia. Mantan pemain Manchester City tersebut merasa kepindahannya ke Giuseppe Meazza memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kariernya, terutama dalam memahami aspek taktik dan permainan bertahan.
SoFi Stadium Jadi Stadion Favorit Akanji
Selama tampil di Amerika Serikat, Akanji berkesempatan merasakan atmosfer pertandingan di SoFi Stadium, Los Angeles. Bek asal Swiss itu menilai stadion tersebut sebagai venue terbaik yang pernah digunakannya sepanjang karier profesional.
Selain menyukai fasilitas dan kemegahan stadion, Akanji juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap olahraga NFL. Namun, ia ternyata lebih memilih mendukung Atlanta Falcons ketimbang dua tim yang bermarkas di Los Angeles, yakni Rams dan Chargers.
Akanji Nilai Jeda Hidrasi Mengganggu Ritme Pertandingan
Di balik apresiasinya terhadap penyelenggaraan Piala Dunia, Akanji menyoroti kebijakan jeda hidrasi yang dinilai kurang ideal bagi jalannya pertandingan. Menurutnya, penghentian sementara permainan dapat memengaruhi tempo laga dan memberi keuntungan bagi tim yang sedang berada di bawah tekanan.
Bek Inter tersebut lebih menyukai pertandingan yang berlangsung tanpa banyak interupsi karena dianggap mampu menjaga intensitas permainan tetap tinggi. Meski memahami adanya pertimbangan komersial dalam penerapan aturan tersebut, ia menilai ritme alami pertandingan seharusnya menjadi prioritas utama.
Peran Cristian Chivu Bantu Akanji Berkembang
Akanji juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru sejak bekerja di bawah arahan pelatih Cristian Chivu. Salah satu aspek yang paling berkembang adalah pemahamannya terhadap sistem pertahanan tiga bek, skema yang sebelumnya belum terlalu sering dimainkan.
Kemampuan komunikasi Chivu serta pengalamannya sebagai mantan pemain top Eropa disebut menjadi faktor penting dalam membantu para pemain beradaptasi. Dengan bekal tersebut, Akanji merasa semakin siap menghadapi berbagai kebutuhan taktik yang mungkin diterapkan pada masa mendatang sambil terus memburu prestasi bersama Inter Milan.


