Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan mengenai situasi Indonesia sebagai tuan rumah pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.
Ketika dijumpai oleh wartawan di pintu VIP Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada sore hari Selasa (28/7) WIB, Erick Thohir menjelaskan soal nasib turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.
Sebelumnya, isu tersebut sempat menjadi pembicaraan hangat apakah Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama Hong Kong. Seperti yang sudah dikenal, FIFA ASEAN Cup adalah turnamen resmi yang diakui oleh FIFA.
Menurut Erick Thohir, FIFA mengadakan turnamen FIFA ASEAN Cup bertujuan untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Asia serta kawasan Asia Tenggara. Selain itu, kesuksesan Piala Arab FIFA juga menjadi tolok ukur bagi FIFA.
“Ya karena memang sukses dari Piala Arab FIFA juga sudah terbukti, ketika banyak pertandingan negara-negara Timur Tengah melawan beberapa negara Afrika.” Itu intinya ingin meningkatkan kualitas kompetisi negara-negara Asia dalam ajang Piala Dunia maupun kompetisi regional di masa depan. “Itu sama,” ujar Erick Thohir kepada para wartawan, termasuk UFABRO.
Sekarang FIFA mulai mengevaluasi FIFA ASEAN, ini juga bagus. Makanya ada beberapa negara yang diundang nanti, tentu saja itu. Zona dari tuan rumahnya juga tidak hanya terletak di Asia Tenggara saja.
Pada kesempatan tersebut, Erick Thohir menyatakan bahwa Indonesia secara resmi menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Hong Kong. Mereka hanya menunggu peresmian dari FIFA, pembagian wilayah, tim yang akan dipilih, serta hal-hal lainnya.
“Berdasarkan informasi yang ada, Indonesia dan Hong Kong diproyeksikan menjadi tuan rumah. Adapun terkait pembagian wilayah, jumlah peserta, serta komposisi peringkat, seluruhnya merupakan kewenangan FIFA.”
“Semoga dalam waktu dekat, sekitar satu hingga dua minggu ke depan, FIFA mengeluarkan pengumuman resmi. Jika demikian, kami akan sangat antusias menyambut rangkaian kegiatan sepak bola yang akan berlangsung pada September dan Oktober,” tuturnya.


