Dalam rangka mempersiapkan diri sebagai salah satu penyelenggara FIFA World Cup 2030, Maroko terus mengembangkan proyek stadion berkapasitas 115.000 penonton. Inisiatif ambisius ini diperkirakan akan menjadi salah satu landmark sepak bola global di masa depan.
Stadion yang dinamakan Grand Stade Hassan II ini akan didirikan di area El Mansouria. Lokasinya terletak sekitar 38 kilometer di utara kota Casablanca, yang merupakan salah satu kota terbesar di Maroko.
Pembangunan stadion ini menjadi salah satu proyek strategis dalam rangka persiapan negara tersebut menyambut penyelenggaraan Piala Dunia 2030. Seperti yang telah diketahui, FIFA telah menetapkan Maroko bersama Spanyol dan Portugal sebagai tuan rumah acara tersebut.
Selain tiga negara utama penyelenggara, pertandingan pembuka untuk merayakan 100 tahun Piala Dunia juga dijadwalkan berlangsung di Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Format ini dipilih untuk menghormati sejarah penyelenggaraan Piala Dunia yang pertama kali diadakan di Uruguay pada tahun 1930.
Berdasarkan kabar dari Wealth pada hari Selasa, 16 Juni 2026, stadion ini dirancang oleh firma arsitektur Oualalou + Choi bekerja sama dengan Populous yang terkenal dalam menangani sejumlah stadion ikonik dunia.
Setelah selesai dibangun, Grand Stade Hassan II direncanakan menjadi rumah bagi tim nasional Maroko. Stadion ini juga akan dipergunakan oleh dua klub besar di Casablanca, yaitu Raja Club Athletic dan Wydad AC.
Dengan kapasitas yang mencapai 115. 000 kursi, Grand Stade Hassan II ini memiliki potensi untuk menjadi stadion sepak bola terbesar di dunia jika selesai tepat waktu. Kehadirannya diharapkan tidak hanya mendukung keberhasilan Piala Dunia 2030, tetapi juga menjadi simbol kemajuan infrastruktur olahraga Maroko di level internasional.


